Sasar Target SDGs 2030, Surveyor Indonesia Luncurkan Program I-SIM for Regency
rm.id - 5 Oktober 2023
PT Surveyor Indonesia (PTSI) telah meluncurkan program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Regency, pada Juli 2023.
Direktur Utama Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono mengatakan, program I-SIM ini menjadi program kedua, setelah sebelumnya sukses menggelar I-SIM for Cities.
Haris menjelaskan, I-SIM merupakan program inisiatif berskema rating & awarding untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi multi-stakeholders ekosistem SDGs Indonesia di tingkat Kabupaten.
Pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).
"Program I-SIM for Regencies 2023, tercatat diikuti 103 Kabupaten di Indonesia," ujar Haris, melalui siaran pers, Selasa (3/10).
Ia menuturkan, program ini selaras dengan Perpres 111 Tahun 2022, tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pasal 3.
Dalam pasal tersebut, kata Haris, diamanatkan bahwa sasaran TPB nasional tahun 2024 digunakan sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi RAD TPB bersama kementerian terkait.
"Pemerintah daerah adalah salah satu aktor penting, dalam ketercapaian Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030," kata Haris.
Kini, program ini memasuki tahap verifikasi dan validasi data 157 indikator ISIM.
Adapun, indikator ini hasil kolaborasi multipihak antara mitra pembangunan dan mitra pengarah yang berasal dari pemerintah, asosiasi pemda, akademisi, lembaga riset, swasta dan NGO
"Kami bersama APKASI berkunjung Ke 12 Kabupaten terpilih, yang mewakili pulau di Indonesia dengan kriteria kualitas data I-SIM dan pengisian data 100 persen, serta mengirim program unggulan dalam upaya pencapain SDGs," jelasnya.
Haris menyebutkan, 12 Kabupaten itu terdiri dari Bandung, Bantul, Bogor, Dharmasraya, Gowa, Karo, Magelang, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Temanggung, Sinjai, Pangkajene dan Kepulauan.
Setelah penilaian rampung, kata dia, penganugerahan bertajuk SDG Annual Conference 2023 dijadwalkan pada November 2023.
"I-SIM for Regency ini, menjadi penting sebagai wadah pengungkapan data dan aksi untuk mengukur capaian SDGs masing-masing Kabupaten di Indonesia," katanya.
Tidak hanya itu, hasil I-SIM Report dapat menjadi acuan dan rekomendasi dalam penyusunan rencana strategis daerah (RAD).
Bahkan dalam pelaksanaannya, program ini juga menjadi wadah saling belajar dan berbagi pengalaman antar kabupaten, mengenai upaya pencapaian program SDGs pada 2030.
"Program ini juga akan merekognisi dan memberikan apresiasi daerah terhadap reputasi keberlanjutan," imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Verifikator ISIM, Sustainability Expert PTSI, Muhrina A S Hasibuan memastikan, verifikasi dan validasi langsung dapat menjadi wadah bagi kabupaten dalam upaya mengungkapkan data pencapaian SDGs (Disclosure), dampak (Impact) dan komitmen kepemimpinan dalam akselerasi pencapaian SDGs.
"Itu semua merupakan aspek penting dalam penilaian akhir yang dilakukan Panelis Juri ISIM For Regencies,” ujar Muhrina.
Sumber: https://rm.id/baca-berita/ekonomi-bisnis/191027/sasar-target-sdgs-2030-surveyor-indonesia-luncurkan-program-isim-for-regency/2
Dibaca 1188 kali
