DPD Perlu Jawab isu Bagaimana Menghadirkan Negara di Daerah

www.beritasatu.com

DPD Perlu Jawab isu Bagaimana Menghadirkan Negara di Daerah

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) perlu berperan untuk menggarap hal spesifik yang tidak dipikirkan DPR maupun pemerintah. Misalnya, mengenai upaya menghadirkan negara di daerah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng. “Peran bagi DPD adalah peluang spesifik yang tidak banyak digarap oleh pemerintah dan DPR, atau bahkan pemerintah dan DPR agak anti soal ini,” kata Robert.

Hal itu diungkap Robert dalam Focus Group Discussion (FGD) Suara Pembaruan dan Beritasatu Media Holdings bertajuk “Pesta Demokrasi Sebagai Momentum Penguatan Kepentingan Daerah” di Beritasatu Plaza, Jakarta, Senin (18/3/2019).

“Maka itu, ketika DPD punya tiga RUU (rancangan undang-undang) 'trisula' yaitu RUU Daerah Kepulauan, RUU Pengelolaan Wilayah Perbatasan, dan RUU Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, buat saya ini adalah cara DPD untuk menghadirkan negara,” ungkap Robert.

Menurut Robert, DPD untuk pertama kali hadir secara digdaya di DPR ketika membawa RUU Daerah Kepulauan. “Betapa kalau jualannya itu unik, kuat, dan memang mampu representasikan sangat riil di daerah itu kemudian disambut,” ujar Robert.

"Berkaca RUU Daerah Kepulauan, DPD mampu hadirkan RUU yang memastikan negara hadir di daerah kepulauan, di mana berpuluh tahun negara tidak hadir. Maka ini upaya, politik kebijakan DPD menghadirkan negara.”

Robert menyatakan, tiga RUU yang meski belum disahkan, terbukti menciptakan politik legislasi yang kuat. Menurut Robert, para senator DPD ingin Indonesia benar-benar dibangun dari pinggiran. Hal ini sepatutnya diapresiasi.

“Tanpa Papua, Maluku, NTT (Nusa Tenggara Timur), enggak ada Indonesia. Itu selama ini tidak dikerjakan DPR, bahkan pemerintah,” ucap Robert

 

Sumber: https://www.beritasatu.com/politik/543659/dpd-perlu-jawab-isu-bagaimana-menghadirkan-negara-di-daerah, diakses tanggal 19 Maret 2019

--- o0o ---


Dibaca 225 kali