KPPOD: UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing dan Tata Kelola Daerah

beritasatu.com

KPPOD: UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing dan Tata Kelola Daerah

Kemajuan suatu daerah tergantung tata kelola yang dilaksanakan pemerintah daerah (Pemda).Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai Undang-Undang Cipta Kerja mampu berperan untuk meningkatkan daya saing, khususnya investasi, sekaligus mewujudkan tata kelola yang baik.

"Tata kelola yang baiklah yang menjadi jalan bagi daerah untuk menjemput bola investasi. Daerah dengan pelayanan publik baik dan regulasi baik maka iklim investasinya bagus. Begitu juga daerah yang memiliki skor tata kelola di atas rata-rata memiliki peringkat daya saing berkelanjutan yang tinggi," ucap Peneliti KPPOD Dita Mangiri dalam webinar bertema “Investasi untuk Daya Saing: Saatnya Daerah Jemput Bola”, Kamis (22/10/2020).

Di Indonesia, diakuinya kesenjangan antar daerah masih sangat tinggi. Padahal dukungan fiskal dari pemerintah hampir rata-rata sama.

Untuk itu, Dita mengharapkan muncul kreativitas dalam menghadirkan inovasi di pemerintahan. Di mana, hal itu merupakan faktor yang mendeterminasi peningkatan pilar tata kelola yang baik. Ambil contoh Banyuwangi dan Kulon Progo merupakan beberapa daerah yang dalam 10 tahun ini mengalami kemajuan pesat untuk mendatangkan investasi.

"Pilkada nanti jadi momentum untuk memilih pemimpin daerahnya yang baik supaya bisa menjemput bola investasi," tegas dia.

KPPOD merekomendasikan agar Pemda bisa dapat mempercantik daerahnya di mata investor supaya lebih memudahkan untuk jemput investasi.

Sementara itu, Pejabat Promosi Investasi IIPC Sydney Henry Rombe mengatakan, investor Australia sangat memperhatikan peringkat korupsi di Indonesia. Di mana, melalui UU Cipta Kerja, tambahnya dapat menekan angka korupsi yang saat ini berada di peringkat 40, sehingga mampu menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Undang-undang ini menghilangkan pertemuan secara offline, seluruhnya melalui online. Sehingga diharapkan bisa mengurangi korupsi di Indonesia," tegasnya.

Investor Australia, tambah Henry tengah melirik investasi di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Bayu (PLTB), serta produksi baterai mobil listrik. "Indonesia dan Australia sebetulnya sama-sama dalam rangka produksi electric vehicle. Kaitannya dengan Sumatera Selatan, saya kira hilirisasi kelapa sawit dan karet bisa menjadi peluang bagi investor Australia untuk berinvestasi di Sumatera Selatan," jelas dia.

Pihaknya pun menyetujui jika tata kelola menjadi faktor utama untuk menggaet investasi. "Investor Australia sangat memperhatikan prosedur perizinan. Mereka betul-betul harus sesuai regulasi. Ketika ada investor terhambat ini sangat memukul mereka. Dengan adanya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja ini diharapkan mendorong kemudahan perizinan untuk berinvestasi benar-benar terlaksana," ungkap Henry.

Sumber: https://www.beritasatu.com/faisal-maliki-baskoro/ekonomi/690319/kppod-uu-cipta-kerja-tingkatkan-daya-saing-dan-tata-kelola-daerah


Dibaca 33 kali