Hadapi Pandemi, Daerah Perlu Lakukan Eksplorasi Potensi Ekonomi

http://beritasatu.com

Hadapi Pandemi, Daerah Perlu Lakukan Eksplorasi Potensi Ekonomi

Peneliti Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Sarah Hasibuan menyampaikan, daerah perlu melakukan eksplorasi potensi daerah sebagai sumber pertumbuhan. Sebab daerah yang bertumpu pada satu sektor pertumbuhan ekonomi saja belum tentu bisa bertahan di masa pandemi.

Tetapi eksplorasi potensi tersebut harus tetap memperhatikan keseimbangan keempat pilar Daya Saing Daerah Berkelanjutan (DSDB). Keempat pilar DSDB yang menjadi kunci pemulihan ekonomi pasca pandemi yaitu lingkungan lestari, ekonomi unggul, sosial inklusif, dan tata kelola baik.

“Keseimbangan antar pilar menjadi kunci daya saing daerah berkelanjutan. Jika kita melihat kondisi saat ini, banyak sekali daerah yang bertumpu pada satu sektor ekonomi saja. Daerah yang bertumpu pada satu sektor pertumbuhan saja belum tentu bisa bertahan di masa pandemi. Misalnya daerah-daerah yang menggantungkan pertumbuhan ekonomi pada sektor jasa, pada masa pandemi daerah-daerah ini mengalami kontraksi ekonomi. Begitu juga dengan daerah-daerah yang hanya menggantungkan ekonominya pada sektor industri. Ketika adanya pembatasan, daerah tersebut mengalami kontraksi ekonomi,” kata Sarah dalam webinar bertajuk Daya Saing Daerah, Kunci Pemulihan Indonesia dari Pandemi, Kamis (8/10/2020).

Sarah menyampaikan, pada kuartal II-2020, sektor pertanian tumbuh positif di saat sektor-sektor lainnya mengalami kontraksi. Sehingga pertanian bisa dijadikan salah satu sektor yang dapat dioptimalkan.

“Kita juga bisa mengoptimalkan sektor UMKM, misalnya melalui industri rumahan dan lain-lain. Kemudian mengoptimalkan eco wisata dan juga agro industri untuk dikembangkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Sarah.

Sementara itu, studi yang dilakukan KPPOD di 356 kabupaten juga menunjukkan ada beberapa tipologi daya saing daerah berkelanjutan. Pertama, daerah dengan ekonomi yang unggul justru memiliki persoalan lingkungan yang kurang lestari.

Kedua, daerah dengan ekonomi dan sosialnya rata-rata, lingkungannya cukup lestari. Ketiga, aspek sosial tidak menjadi pilar yang dominan bagi daerah yang berdaya saing berkelanjutan.

Sarah juga menyinggung program pemulihan Ekonomi nasional (PEN) yang dinilainya belum mencerminkan empat pilar daya saing daerah berkelanjutan. PEN sendiri terdiri dari dua aspek. Pertama adalah ekonomi melalui penguatan UMKM dan penggalian sumber-sumber pertumbuhan yang resilience.

Aspek kedua adalah sosial yang berkaitan dengan jaring pengaman sosial dan perlindungan kesehatan masyarakat. “Jika kita melihat program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah, program ini belum mencerminkan keempat pilar daya saing daerah berkelanjutan,” kata Sarah.

Sumber:https://www.beritasatu.com/edi-hardum/ekonomi/685363/hadapi-pandemi-daerah-perlu-lakukan-eksplorasi-potensi-ekonomi


Dibaca 18 kali